Business Impact Analysis (BIA): Fondasi Strategis Resiliensi Operasional KFTD
Jakarta (KFTD) - Dalam menghadapi dinamika industri distribusi kesehatan yang penuh tantangan, kemampuan untuk bertahan dan pulih dari gangguan tidak terduga merupakan sebuah keharusan. Business Impact Analysis (BIA) hadir sebagai proses sistematis yang krusial bagi PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi dampak dari setiap gangguan terhadap kelangsungan operasional perusahaan.
Sebagai bagian dari strategi manajemen risiko, BIA berfungsi memetakan berbagai risiko potensial guna memastikan fungsi bisnis utama tetap terjaga dan dapat beroperasi dalam situasi apa pun. Analisis ini memberikan gambaran yang jelas mengenai prioritas pemulihan, sehingga sumber daya perusahaan dapat dialokasikan secara efektif saat terjadi krisis.
Dalam penyusunannya, BIA berfokus pada tiga parameter kunci yang menjadi tolok ukur resiliensi organisasi, antara lain:
- Recovery Time Objective (RTO): Merupakan target waktu maksimal yang ditetapkan untuk memulihkan kembali fungsi atau proses bisnis setelah terjadinya gangguan hingga kembali beroperasi normal.
- Recovery Point Objective (RPO): Menentukan batas toleransi kehilangan data yang dapat diterima oleh perusahaan, yang diukur dalam satuan waktu untuk memastikan integritas informasi tetap terjaga.
- Maximum Tolerable Downtime (MTD): Total waktu maksimal suatu proses bisnis diperbolehkan terhenti sebelum organisasi mengalami kerugian yang bersifat fatal atau permanen.
Dengan mengintegrasikan BIA ke dalam kerangka kerja perusahaan, KFTD tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga memperkuat fondasi resiliensi untuk terus mendistribusikan solusi kesehatan bagi pelanggan tanpa hambatan yang berarti.
*Dibuat oleh Corporate Communication KFTD, berkolaborasi dengan Unit Manajemen Risiko KFTD
